PETUNJUK PEMAKAIAN
Tujuan Penyusunan Kamus
Kamus ini disusun untuk:
- Membantu penutur asli Tunjung dalam menjaga, menggunakan, dan mengembangkan bahasa;
- Menjadi bahan ajar di sekolah-sekolah lokal dan pusat belajar komunitas;
- Mendukung peneliti, pendokumentasi bahasa, dan mahasiswa yang mempelajari bahasa dan budaya Dayak Tunjung;
- Memperkuat identitas budaya, pengetahuan tradisional, dan sistem nilai masyarakat Tunjung.
Ejaan
Pada umumnya abjad bahasa Tunjung sama dengan abjad bahasa Indonesia yang terdiri atas fonem vokal dan fonem konsonan. Secara fonetis, bahasa Tunjung memiliki ciri khas sebagai bahasa yang mengenal adanya bunyi hentian glotal (ʔ). Selain itu, adanya konsonan rangkap khas, seperti ng /ŋ/, ny /ɲ/, sy /ʃ/, dan q sebagai penanda hamzah. Vokal /e/ pepet atau /ə/ dan /é/ lebih terbuka sering dibedakan dalam ucapan. Dalam vokal terdapat kata-kata yang tersusun atas fonem vokal tunggal, deretan vokal yang homogen (seperti aa yang umumnya diucapkan panjang /a:/) dan fonem vokal rangkap, seperti / ai, au, oi/.
Sistem Urutan Abjad
Kosa kata dalam kamus disusun berdasarkan abjad Latin dengan memperhatikan bunyi khas Tunjung, seperti:
| Bunyi / Huruf | Catatan |
|---|---|
| Ng | Dianggap sebagai satu unit bunyi (velar nasal) |
| ny | Dianggap sebagai satu unit bunyi (palatal nasal) |
| e (pepet) dan é | Dibedakan jika bahasa tulis membedakannya dalam sumber data |
| q | Dipakai untuk menandai glottal stop (ʔ) jika penulisan mengikuti ortografi lokal tertentu |
Format Entri dalam Kamus
Setiap entri umumnya memuat:
- Lema (kata yang menjadi pokok entri),
- Kelas kata (kategori gramatikal),
- Makna dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,
- Contoh kalimat dalam bahasa Tunjung beserta terjemahannya,
- Catatan budaya (jika perlu).
Contoh Format:
Penyajian Kamus
Lema disusun menurut abjad, baik secara horizontal maupun secara vertikal. Secara horizontal, misalnya, lema yg mempunyai deretan huruf baling diletakkan sesudah lema yang memiliki deretan huruf balik; sedangkan secara vertikal, huruf b diletak kan di bawah huruf a, huruf c diletakkan di bawah huruf b, dan seterusnya. Urutan lema disusun sebagai berikut.
- Lema
- Gabungan kata dari bentuk dasar
Kata entri ditulis dengan huruf kecil seperti (kecuali yang tergolong nama diri)
Kelas Kata (Kategori Gramatikal)
| Singkatan | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| n | Nomina | Nama benda, orang, hewan, benda budaya |
| v | Verba | Tindakan atau aktivitas |
| a | Adjektiva | Menyatakan sifat / kualitas |
| pron | Pronomina | Kata ganti |
| num | Numeralia | Bilangan |
| p | Preposisi | Relasi ruang, arah, alat, dan hubungan sosial |
Kalimat Berbasis Budaya
Contoh kalimat sebaiknya mencerminkan:
- Aktivitas adat (beliatn, besaraq),
- Kehidupan berladang,
- Hubungan kekerabatan dan kampung
- Benda budaya (keponcetn, bulu)