← Kembali ke Seputar Halaman

PETUNJUK PEMAKAIAN

Tujuan Penyusunan Kamus

Kamus ini disusun untuk:

Ejaan

Pada umumnya abjad bahasa Tunjung sama dengan abjad bahasa Indonesia yang terdiri atas fonem vokal dan fonem konsonan. Secara fonetis, bahasa Tunjung memiliki ciri khas sebagai bahasa yang mengenal adanya bunyi hentian glotal (ʔ). Selain itu, adanya konsonan rangkap khas, seperti ng /ŋ/, ny /ɲ/, sy /ʃ/, dan q sebagai penanda hamzah. Vokal /e/ pepet atau /ə/ dan /é/ lebih terbuka sering dibedakan dalam ucapan. Dalam vokal terdapat kata-kata yang tersusun atas fonem vokal tunggal, deretan vokal yang homogen (seperti aa yang umumnya diucapkan panjang /a:/) dan fonem vokal rangkap, seperti / ai, au, oi/.

Sistem Urutan Abjad

Kosa kata dalam kamus disusun berdasarkan abjad Latin dengan memperhatikan bunyi khas Tunjung, seperti:

Bunyi / Huruf Catatan
Ng Dianggap sebagai satu unit bunyi (velar nasal)
ny Dianggap sebagai satu unit bunyi (palatal nasal)
e (pepet) dan é Dibedakan jika bahasa tulis membedakannya dalam sumber data
q Dipakai untuk menandai glottal stop (ʔ) jika penulisan mengikuti ortografi lokal tertentu

Format Entri dalam Kamus

Setiap entri umumnya memuat:

Contoh Format:

kaat v pergi (Indonesia)          go (Inggris) Contoh: bapak kaat noang umaq ‘bapak pergi menebang pohon di ladang’ ‘(my) father went to cut down a tree in the field’

Penyajian Kamus

Lema disusun menurut abjad, baik secara horizontal maupun secara vertikal. Secara horizontal, misalnya, lema yg mempunyai deretan huruf baling diletakkan sesudah lema yang memiliki deretan huruf balik; sedangkan secara vertikal, huruf b diletak kan di bawah huruf a, huruf c diletakkan di bawah huruf b, dan seterusnya. Urutan lema disusun sebagai berikut.

  1. Lema
  2. Gabungan kata dari bentuk dasar

Kata entri ditulis dengan huruf kecil seperti (kecuali yang tergolong nama diri)

daai         a      ‘habis’         ‘finish’ hagatn         num ‘enam’         ‘six’

Kelas Kata (Kategori Gramatikal)

Singkatan Nama Keterangan
n Nomina Nama benda, orang, hewan, benda budaya
v Verba Tindakan atau aktivitas
a Adjektiva Menyatakan sifat / kualitas
pron Pronomina Kata ganti
num Numeralia Bilangan
p Preposisi Relasi ruang, arah, alat, dan hubungan sosial

Kalimat Berbasis Budaya

Contoh kalimat sebaiknya mencerminkan:

Contoh:

besaraq n pengadilan adat; mengurus orang secara adat orang Dayak (Indonesia) to take care of someone according to Dayak customary law (Inggris) Contoh: yaq kalaq nyarang lapm besaraq atih tamaam ‘pembicara dalam pengadilan adat nanti ayahmu’ ‘the speaker in the customary court will be your father’
Login Admin