KATA PENGANTAR & PRAKATA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga naskah laporan Penyusunan Kamus Digital Bahasa Tunjung Indonesia Inggris di Kabupaten Kutai Barat ini dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini merupakan hasil nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, melalui BAPPEDA LITBANG, untuk melaksanakan mandat pelestarian kebudayaan lokal sekaligus mendorong inovasi berbasis teknologi. Bahasa Tunjung (Tonyoi), sebagai warisan luhur Suku Tunjung dan identitas fundamental masyarakat Kutai Barat, menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi. Oleh karena itu, upaya pendokumentasian dan revitalisasi ini menjadi krusial.
Penyusunan kamus dalam format digital dan multibahasa (Tunjung Indonesia Inggris) memiliki signifikansi ganda:
- Aksesibilitas dan Pelestarian: Kamus digital akan memastikan Bahasa Tunjung dapat diakses dengan mudah oleh generasi muda Tunjung, peneliti, dan masyarakat luas, melampaui batas geografis.
- Jembatan Komunikasi Global: Kehadiran padanan kata dalam Bahasa Inggris membuka pintu bagi pengenalan kebudayaan Tunjung ke kancah internasional, serta mendukung sektor pariwisata dan penelitian lintas budaya.
- Dukungan Pendidikan: Menjadi sumber referensi otentik yang sangat berharga bagi institusi pendidikan dan upaya pengajaran bahasa daerah.
Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Ahli Pusat Riset Preservasi, Bahasa dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional, para tokoh adat, budayawan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam pengumpulan data, verifikasi, dan penyusunan kamus ini. Kerja keras kolektif ini adalah wujud sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan dunia akademik.
Kami berharap Kamus Digital Bahasa Tunjung ini tidak hanya menjadi produk penelitian semata, namun menjadi instrumen yang hidup dan berkelanjutan. Kami mendorong pemanfaatan kamus ini secara maksimal oleh seluruh elemen masyarakat, serta berharap agar upaya digitalisasi dan inovasi berbasis kearifan lokal dapat terus dikembangkan di masa mendatang.
Semoga Kamus Digital ini dapat memberikan manfaat besar bagi penguatan identitas budaya dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat.
YUDIANTO RIHARTONO, ST., M.Si
Pembina Tingkat I (IV/b)
NIP 19760723 201001 1008
PRAKATA
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kegiatan Penyusunan Kamus Bahasa Dayak Tunjung- Indonesia-Inggris ini dapat diselesaikan dan diterbitkan pada tahun 2025 ini. Kegiatan penyusunan dan penerbitan kamus ini dilakukan sebagai usaha kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, dan Litbang Daerah dengan Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra melalui Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra dalam upaya pelestarian bahasa daerah di Indonesia.
Kamus ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat, bangsa dan masyarakat Indonesia, dan dunia internasional sebagai salah satu wujud dari Trigatra Bangun Bahasa. Kamus ini bukan sekadar kumpulan kosakata daerah, melainkan juga sebagai jembatan yang menghubungkan warisan luhur suku Dayak Tunjung dengan generasi masa kini, sekaligus membuka pintu bagi siapa saja yang ingin memahami keunikan bahasa, budaya, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Keberhasilan penerbitan kamus ini tentu saja karena bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak:
- Bupati Kabupaten Kutai Barat yang telah memfasilitasi dan mempercayakan pengerjaan penyusunan kamus ini kepada Organisasi Riset Arkeologi,Bahasa, dan Sastra, BRIN;
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang Daerah Kabupaten Kutai Barat yang telah memberikan pembiayaan serta memberikan berbagai kemudahan, baik itu pendampingan personel maupun sarana prasarana transportasi selama tim penyusun mengumpulkan data-data kebahasaan di berbagai daerah atau desa di Kabupaten Kutai Barat;
- Tim peneliti dari Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra yang telah menginisiasi kerja sama ini dan berjibaku di lapangan untuk mengumpulkan kosakata-kosakata daerah yang akan menjadi warisan tak ternilai bagi genarasi yang akan datang;
- Tokoh adat, petinggi kampung, dan tokoh masyarakat Kabupaten Kutai Barat, yang dengan kebaikan hatinya dan waktu luangnya berkenan berbagi pengetahuan bahasa, cerita, dan nilai budaya sebagai sumber utama kamus baik saat pengumpulan data maupun verifikasi data.
Perlu kami garis bawahi bahwa kamus ini lahir dari semangat untuk melestarikan dan melindungi bahasa daerah, khususnya bahasa Dayak Tunjung yang makin hari penggunaannya di kalangan generasi muda mengalami kemunduran sehingga dikhawatirkan jika tidak segera didokumentasikan, bahasa Dayak Tunjung ini akan mengalami kepunahan.
Kami menyadari bahwa penyusunan Kamus Bahasa Dayak Tunjung-Indonesia-Inggris ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun akan kami terima dengan senang hati demi kesempurnaan hasil penyusunan lanjutan. Mudah-mudahan apa yang tersaji pada kamus ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pengembangan dan pelindungan bahasa Dayak Tunjung dan Bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia. Semoga kamus ini menjadi sumbangan berharga bagi pendidikan, penelitian, dan kebanggaan budaya kita semua. Selamat membaca dan mengeksplorasi keindahan bahasa Dayak Tunjung.
Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Dr. Herry Jogaswara, M.A.